HOMESCHOOLING DITINJAU DARI ILMU PSIKOLOGI SOSIOLOGI DAN EKONOMI

  • Ahyar Rasyidi STAI Al-Jami, Banjarmasin

Abstract

Homeschooling memandang anak didik sebagai subjek belajar. Anak didik dapat memilih materi pelajaran yang disukai dan ingi dipelajarinya. Pendidikan model homeschooling sejatinya lahir dan berkembang dalam tubuh masyarakat Indonesia yang mengharapkan anak-anak mereka mendapat pendidikan yang tepat sasaran. Homeschooling adalah model pendidikan dimana sebuah keluarga memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anaknya dan mendidik anaknya dengan menggunakan rumah sebagai basis pendidikannya. Disisi lain, pendidikan model homeschooling menuntut wali murid pada umumnya agar memerhatikan sisi psikologis, sosiologis dan ekonomis, jika menjadikan homeschooling sebagai alternatif pendidikan bagi anak. Secara psikologi klasifikasi kemampuan anak didik melalui tes intelligence quotient (IQ) dalam sekolah tertentu sebagai pedoman kelaster anak dalam kelompok belajar, hal yang demikian menjadikan anak merasa minder, hal tersebut menjadi pertimbangan sekaligus esensi implementasi homeschooling untuk tidak membeda-bedakan peserta didik. Homeschooling dalam lingkup masyarakat juga hadir untuk memberikan alternatif pola didik anak dalam lingkungan keluarga, dan berkembang dalam lingkungan masyarakat luas, sehingga dikenal dengan istilah komunitas homeschooling dalam masyarakat, disinilah peserta berinteraksi sosial denga peserta lain, yang mungkin saja memiliki perbedaan dari tingkat kecerdasan maupun usia. Kehadiran homeschooling bila ditinjau dari ilmu ekonomi, akan berbanding lurus dengan motive ekonomi yang berorientasi untuk memperoleh keuntungan baik secara materi maupun immateri. Dalam konteks pendidikan, jika homeschooling dikaitkan dengan ilmu ekonomi adalah peserta didik mendapatkan pengetahuan, komptensi/ keterampilan hidup dengan biaya yang relatif rendah.

References

Ali Muhtadi, (2017), Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah Rumah, Jakarta: PT. RajaGrafindo.

Arief Rachman, (2007), Homeschooling: Rumah Kelasku, Dunia Sekolahku, Jakarta: Kompas.

Bambang Warsito, (2008), Teknologi Pembelajaran: Landasan dan Aplikasinya, Rineka Cipta, Jakarta.

Buku Kompas, (2007). Home Schooling: Rumah Kelasku, Dunia Sekolahku. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Dan Lips and Evan Feinberg, (2008), Homeschooling: a Growing Option in American Education, Washington DC: The Heritage Foundation, No. 2122.

Diane Lapp, (1975). Teaching and Learning: Philosophical, Psychological, Curricular Applications. London: Collier Macmillan Publishers.

Diyah Yuli Sugiarti, Mengenal Homeschooling Sebagai Lembaga Pendidikan Alternatif. Jurnal Edukasi Vo.5 No.2. (September 2016).

E. Mulyasa, (2003), Kurikulum Berbasis Kompetensi Konsep, Karakteristik, Implementasi, Dan Inovasi, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Hery Noer Aly dan H. Munzier S, (2000), Watak Pendidikan Islam, Jakarta: Friska Agung Insani.

Loy Kho, (2007). Homeschooling untuk Anak, Mengapa Tidak? Yogyakarta: Kanisius.

M. Izza Ahsin, Dunia Tanpa Sekolah,2007, Cet. I; Bandung: Read.

Maulina D. Kembara, (2007). Panduan Lengkap Home Schooling. Bandung: Progressio.

Mitchell L. Stevens, Kingdom of Children Culture and Conroversy in the Homeschooling Movement, Princeton United States of America: Princeton Universiy Press, 2001

Permendikbud No.129 Tahun 2014 tentang Sekolah Rumah.

Seto Mulyadi, (2007). Homeschooling Keluarga Kak-Seto: Mudah, Murah, Meriah, dan Direstui Pemerintah. Bandung: Kaifa PT Mizan Pustaka.

Sindhunata, “Anak Hanyalah Beban” dalam BASIS no 03-04 th. ke-55, Juli-Agustus 2006.

Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Yayah Komariah, (2007), Homeschooling Tren Baru Sekolah Alternatif, 2007, Jakarta: Sakura Publishing.

Yusuf Hadi Miyarso, (Agustus 2007). Teknologi yang Berwajah Humanis. Makalah disajikan dalam Seminar Internasional dan Temu Alumni FIP/JIP se-Indonesia di Manodo.

Published
2018-12-01